Apa yang terbayang dalam benak Anda, jika mendengar istilah rating publik? Terminologi rating, begitu popular dalam dunia industri televisi. Ia, adalah alat pengabsah “paling kuat” bagi sebuah program untuk mendapat limpahan iklan banyak atau tidak. Semakin tinggi rating sebuah program TV, diasumsikan program itu ditonton paling banyak penonton televisi pada jam tayang yang sama.
Selama ini, satu-satunya pasokan rating atas program TV berasal dari AGB Nielsen Media Research, sebuah lembaga pemeringkat program multinasional. Bertahun-tahun, pengelola stasiun TV di Indonesia harus tunduk pada justifikasi rating ini. Rating adalah mekanisme tunggal yang belum terbantahkan oleh industri televisi, yang dijadikan senjata guna berjualan iklan ke pemasang iklan.
Perlombaan menjadi terbaik dengan rating tinggi, adalah sebuah perjuangan tanpa henti para industrialis TV, jika mereka ingin berharap perusahaannya meraih profit. Sayangnya, adu rating ini, dalam banyak hal melupakan aspek kualitas siaran sebuah program TV. Memang, sebuah rating tidak mengukur kualitas tontotan. Melainkan, hanya menghitung jumlah pemirsa yang menikmati tayangan dimaksud. Jadi, jangan pernah menyandingkan antara suatu hasil rating dengan sebuah riset kualitatif terhadap program di TV. Pasti tidak akan pernah bertemu.
Karena itu, apa yang dilakukan oleh Yayasan SET bekerjasama dengan Yayasan TIFA, Habibie Center, IJTI, dan The London School of Public Relations (LSPR), dengan menghadirkan riset kualitatif bertajuk “Rating Publik Menuju Televisi Ramah Keluarga”, tidak bisa dilihat dalam konteks pesaing survei rating AGB Nielsen. Lewat hasil riset di 11 kota, dengan 191 responden berpendidikan SMA ke atas, dengan metode peer review assesment, Yayasan SET sebagai koordinator survei ini, hanya menjanjikan alternatif temuan mengenai kualitas siaran stasiun TV kita.
Riset yang mengambil basis pada hasil rating program TV keluaran AGB Nielsen periode Februari 2008 itu, untuk dikritisi para responden di 11 kota, dipresentasikan hari ini (29/5) di auditorium kampus LSPR, kawasan Karet, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ada kejanggalan mengenai penggunaan istilah Rating Publik. Sesungguhnya, riset kualitatif ini tidak bisa disebut sebagai rating. Namun, Agus Sudibyo, koordinator survei ini dari Yayasan SET, beralibi penggunaan istilah “rating” dalam riset ini untuk lebih memudahkan orang saja agar mengerti dan mengasosiasikannya dengan persoalan rating sebenarnya.
Apapun kejanggalan terminologi maupun kekurangan dan kelemahan metodelogi yang digunakan, riset ini bagi saya telah memberikan sebuah potret kecil atau snapshot dari performa program-program siaran TV swasta nasional.
Ada tiga kategori program yang diriset. Program berita, talkshow, dan hiburan. Masing-masing diambil lima program. Untuk program berita, Liputan 6 Petang mendapat poin tertinggi dari responden. Lalu Kick Andy, memperoleh pendapat terbesar responden sebagai program talk-show. Sedangkan program hiburan yang paling berkualitas menurut responden riset ini adalah Super Mama.
Riset ini, sekali lagi, bukanlah sebuah survei yang mengukur populasi penonton televisi di 11 kota. Hanya sekadar snapshot kualitatif 191 responden yang oleh penggagas riset dianggap memiliki kapasitas memberikan penilaian secara kritis atas 15 sampel program televisi yang dinilai tersebut. Tentu dibutuhkan riset-riset lain yang lebih mendalam dan lebih luas. Dengan bobot responden dan coverage juga lebih besar.
Satu hal yang menjadi pesan hasil riset ini, bahwa tidak selamanya program TV yang memperoleh rating tinggi, memiliki kualitas isi yang juga tinggi menurut “publik”. Sebuah hasil riset, apapun bentuknya, juga tak pernah luput menuai badai kritik. Sudah jamak itu terjadi, sehingga kehadiran riset-riset sejenis dalam skala dan frekuensi yang lebih banyak, saya kira akan menjadi jawaban bagi pencarian keseimbangan antara kebutuhan industri dan tanggung jawab moral menjaga anak bangsa ini dari tontonan TV yang tidak mendidik. Semoga. ***



Salam kenal ya.
hasil riset team SET ini ada artikelnya tidak ya…jika ada di mana saya dapat mendapatkannya…..
Kindness regard
Isman
hasil riset Rating Publik tahap pertama ini secara lengkap sudah ada dalam blog saya agussudibyo.wordpress.com
terima kasih
Salam,
Agus Sudibyo