Banyak orang menduga, bila pelajar atau anak-anak remaja merupakan pasar yang menjanjikan. Begitu pula bagi para penerbit media cetak. Benarkah anggapan demikian? Bukankah pelajar masih merupakan segmen yang sangat labil, karena tak memiliki daya beli yang mandiri, alias masih menadah tangan pada orang tuanya?
Ditilik dari eksistensi penerbitan segmen remaja, sebenarnya tak banyak yang masih eksi
s. Bisa dihitung dengan jari saja. Sebutlah misalnya Kawanku, Hai, Cosmogirl, dan Aneka Yess!. Sementara khusus bagi remaja muslim, misalnya, terdapat Annida. Pukul rata, populasi majalah bagi pelajar, khususnya SMP dan SMA, sangat-sangat minim kalau mau dibandingkan dengan populasi demografi pelajar di seluruh Indonesia.
Jika demikian, maka menerbitkan media cetak khusus untuk pelajar, adalah sebuah peluang yang menjanjikan potensi keuntungan besar pula? Ehhhhmmm…., menurut saya tidak seeksak begitu kalkulasinya. Acapkali orang menghitung potensi bisnis di sebuah segmen media cetak dengan sangat optimistik, namun setelah digeluti, justru rasa pahit yang ditelannya. Alias menanggung kerugian, lantaran salah menghitung business plan yang hendak dijalani.
Itulah sebabnya, bersiap dengan “stamina” alias dana yang memadai, selalu menjadi modal dasar bagi setiap upaya menerbitkan media cetak di negeri ini. Tak terkecuali pada segmen pelajar.
Dengan sedikit surprised, saya pun harus menyampaikan apresiasi saya kepada penerbit Majalah Pelajar, yang diluncurkan di kompleks Kebun Binatang Ragunan, Jakarta, Sabtu (21/6) lalu. Saya hadir di tengah ratusan undangan dan pelajar yang mengikuti prosesi peluncuran majalah yang beralamat di Jl. Kalibata Tengah No. 35D, Kalibata, Jakarta 12740, Telp: 021-7988243, Fax: 021-7988004, e-mail: redaksi@majalahpelajar.com, web: www.majalahpelajar.com, itu.
Ismed Hasan Putro, Pemimpin Umum/Pemimpin Redaksi Majalah Pelajar, dalam sambutannya saat peluncuran mengatakan, bahwa pihaknya sudah bersiap menanggung risiko menyubsidi majalah ini agar tetap selalu terbit rutin bulanan. Ia harus menyampaikan hal itu menilik potensi risiko bisnis dari media baru yang dirilisnya itu, karena tidak sepopuler majalah-majalah segmen remaja (baca: pelajar) lain yang telah saya sebut di atas.
Menurut Ismed, Majalah Pelajar diterbitkan oleh antara lain rasa keprihatinan mendalam atas miskinnya jumlah media cetak segmen pelajar yang mengandung nilai edukasi mencukupi. Umumnya, majalah-majalah remaja yang ada dinilainya lebih banyak mengetengahkan konten life style ketimbang pendidikan. “Kami ingin menampilkan proporsi pendidikan dan life style secara berimbang di Majalah Pelajar,” tekadnya kepada kami para hadirin.
Ada satu konsep menarik dari penerbitan majalah ini. Di masa datang, sekitar 80 persen konten dari Majalah Pelajar akan dikontribusi oleh para pelajar yang menjadi kontributor tetap majalah ini di seluruh Indonesia. Sehingga diharapkan konten majalah ini akan mengena sasaran utamanya: pelajar itu sendiri. Harus saya akui, konsep itu bukan konsep baru memang. Saya sendiri pernah mendiskusikan konsep semacam itu kira-kira tiga tahun silam, untuk merancang sebuah tabloid bagi para pelajar SMA di seluruh Indonesia.
Sayang, karena ada ketidakcocokan dengan calon investor, konsep yang pernah kami gagas pun berantakan di tengah jalan. Dan, ketika kini muncul Majalah Pelajar dengan konsep news gathering mengandalkan para kontributor pelajar sekolah di berbagai kota, saya tak lantas heran dibuatnya. Hanya saja, saya sendiri masih cukup skeptis, apakah konsep semacam itu bisa berjalan dengan baik, menilik turn over pelajar yang sangat tinggi, sehingga sulit dijaga konsistensi kualitas jurnalisme mereka.
Apapun, niatan mulia penerbit Majalah Pelajar pantas untuk diapresiasi tinggi. Apalagi, penerbit majalah ini juga berencana ekspansi menerbitkan Majalah Guru yang khusus mereka hendak persembahkan bagi para “pahlawan tanpa tanda jasa” itu. ***



menarik skali membaca tulisannya!! sungguh membuka mata saya..
sebenarnya saya berniat membuat majalah utk suatu hobbies tertentu, lebih kepada majalah advertising sih.. tapi spertinya masih banyak yang harus saya perhitungkan. sementara saya sendiri sama skali tidak tau-menahu tentang bagaimana sebuah majalah itu dibuat..
kalau berkenan, mas bisa beri masukan tidak, apa2 saja yang saya harus siapkan dan perhitungkan?
sebelumnya saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya
ide majalah pelajar itu memang bukan hal yang baru, termasuk menempatkan pelajar sebagai kontributor atau dengan kata lain “dari, oleh dan untuk pelajar”.
Berbagai pengalaman yang pernah kami lakukan kami menarik benag merah “jangan menempatkan majalah pelajar atau yang berhungan dengan pelajar menjadi ruang bisnis jika ga’ mau rugi tapi tepatkan sebagai media yang bersifat sosial. InsyaAllah dapat dua-duanya. (barokah materi dan amal)
ass.
hui MP,,,
aq penggemar barumu loh!!!
rasanya seneng bgt skrg ini ada majalah pelajar yang ok punya…
isinya keren2, ditambah lagi ada sambutan dari para pejabat…
wah, jadi semakin TOP!!!
ooiya, aq kemaren baru aja kirim surat.
aq pingin bgt gabung di klub MP…
punyaku dimuat yahhh…
wass
wahh noval! boleh tuh gabung!
MP yuang muakinz kerenz ajah……
Q mu dunk jadi club MP melalui internet gi mana cuaranya…….coz cucah buangedzzz
JAVA STUDENT COMPETITION
Kampus SMA Al-Muttaqin Tasikmalaya segera mengadakan sebuah event organization (EO) besar untuk mengekspresikan kreativitas dan kecerdasan setiap orang yang mengaku siswa SMP dan sederajat lainnya. JSC (Java Student Competitio) ajang ini adalah sarana untuk mengemban spirit keilmuan, teknologi, kebahasaan, seni, dan olahraga. EO tersebut merupakan gabungan dari ASC (Al Muttaqin Science Challenge) V, LAC (Language and Art Contest) IV, dan Futsal Challenge I dengan nama acara JSC (Java Student Competition). Apalagi ajang ini akan diadakan se-Pulau Jawa yang terdiri dari Provinsi Jawa Barat, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Acara ini diselenggarakan bertujuan untuk mewadahi semua potensi anak bangsa yang suatu hari nanti potensi yang dimiliki itu dapat dimanfaatkan untuk mencitrakan bangsa ini agar lebih baik lagi.
Bertajuk “Pekan Kreativitas dan Inovasi Pelajar se-Pulau Jawa”, di JSC ini akan diselenggarakan sepuluh lomba dan sebuah pameran, tepatnya 2-3 maret. ASC terdiri dari 4 (empat) lomba. Keempat lomba tersebut berkaitan dengan sains dan teknologi seperti lomba Mision Games, Design Blog, Movie Maker Sains, Disegn dan Peluncuran Roket. Dan ada beberapa lomba ASC sebelumnya yang diselenggarakan kembali. English Band Contest, English Scrabel Games, Khotobah Arabiah adalah beberapa lomba yang akan dilaksanakan di Language and Art Contest (LAC), nah bagi kalian yang mengaku berkreativitas, ini adalah salah satu wadah yang ada di JSC untuk mengeksplor potensi yang kalian miliki. Futsal Challenge (AFC), dari namanya saja sudah Futsal maka di sini yang ditonjolkan adalah sepak bola. AFC adalah ajang yang baru pertama kali diselenggarakan di JSC. Walaupun baru pertama kali AFC pasti akan menghasilkan peminat yang berjubel banyaknya khususnya bagi siswa yang sangat menyukai futsal pasti akan tergiur untuk mengikuti ajang ini. Adapun satu lomba lagi yang akan dilaksanakan. Lomba ini merupakan irisan dari ASC dan LAC, yakni Quiz Contest. Lomba ini merupakan soal-soal sains dan lingkungan hidup yang berbahasa Inggris. Untuk soal-soal audisi, panitia bekerjasama dengan mahasiswa ITB yang pernah menjadi juara olimpiade, baik nasional maupun internasional. Jadi persaingan yang akan kalian dapatkan cukup berat dan di ajang ini kalian akan mendapatkan pengalaman yang menarik apalagi acaranya “JSC se-Pulau Jawa”. Satu acara lagi yang ada di JSC adalah Pameran kreativitas sains pelajar, kegiatan ini berupa pameran produk konsep sederhana berupa model – model dan permainan yang dapat membantu dalam memahami matei pelajaran, teknologi sederhana serta informasi seputar perkembangan teknologi modern dan kreativitas dalam dunia seni.
JSC memiliki sponsorship yang cukup banyak jadi jangan pernah hawatir dengan masal hadiah dech. Hadiahnya asik-asik, salah satunya lomba AFC berhadiahkan senilai uang yaitu, Rp 3. 000. 000,-. Tapi bukan hanya itu lomba yang lain pun gak kalah kok, jadi jangan pernah takut untuk bergabung dengan JSC. Di dalam JSC kami mengumbarkan piala-piala bergilir. Seperti piala Mendiknas, Piala Menristek, Piala Mentan, Piala LIPI, Piala Gubernur, dan beberapa piala lainnya. Bahkan, jika tidak ada halangan, di akhir acara, ketua KIR LIPI direncanakan akan menghadiri JSC. Kemegahan JSC Insya Allah, akan dibuka oleh Presiden RI, Bapak DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono.
Bila kalian memang sangat berminat kalian bisa kunjungi website SMA Al Mutaqin di \\http http://www.Al-Muttaqin.com, di sini kalian akan mendapatkan lebih lengkapnya tentang JSC. “ kita wujutkan Indonesia masa depan yang lebih baik.”
Ridla Rizki A
saya baru lihat majalah ini sekitar akhir desember 2008. sepertinya bagus juga menyediakan suang alternatif bagi para pelajar. kalau soal bisnis itu diluar pengetahuan saya, tapi kalau soal jurnalistik pastinya kontribusi pekajar itu akan di-backup tim majalah pelajar. apalagi sudah banyak klub jurnalistik pelajar atau ekskul jurnalistik pelajar. salah satunya dari tasikmalaya itu, al-muttaqin. sukes lah!